Translate

VIDEO: Kerusuhan Ekuador, Negara vs Kartel


Ekuador - gembong narkoba kabur dari penjara, seisi negara menjadi mencekam. Korban jiwa berjatuhan.
REKAMAN VIDEO:
WARNING! (GRAPHIC CONTENT)
Video:

Beberapa pelajar terluka di Guayaquil oleh serangan geng kriminal.
Video:

Kartel narkoba bersenjata menggeruduk stasiun televisi (TC Television) saat sedang siaran.
Video:

BERIKUT BEBERAPA FAKTA YANG TERJADI DI EKUADOR.

  • 1. Gembong narkoba kabur dari penjara.
Dilansir AFP dan AL Arabiya, gembong narkoba yang kabur dari bui adalah Jose Adolfo Macias, berjuluk Fito. Pria itu punya pengaruh besar di jagat peredaran narkoba. Dia adalah pemimpin kartel narkoba paling terkemuka di Ekuador, yakni Los Choneros.

Fito kabur dari penjara berkeamanan maksimum di Kota Guayaquil, Minggu (7/1/2024) lalu. Tiba-tiba saja, Fito tidak ditemukan polisi yang menginspeksi penjara. Diyakini, Fito sudah kabur beberapa jam sebelum polisi tiba di penjara.

Juru Bicara Kepresidenan Ekuador, Roberto Izurieta, menyebut Fito nampaknya sudah mendapatkan informasi lebih dini soal inspeksi kepolisian itu. Penjara-penjara lain juga menjadi heboh mendengar kabar kaburnya Fito. Kerusuhan-kerusuhan pun terjadi dimana-mana.

Para sipir penjara disandera di beberapa lembaga pemasyarakatan yang dilanda kerusuhan.

  • 2. Negara umumkan keadaan darurat.
Ekuador mengumumkan status darurat untuk negaranya. Presiden Daniel Noboa, yang menjabat sejak November tahun lalu, mengumumkan mobilisasi tentara selama 60 hari di jalanan dan penjara-penjara Ekuador terhitung sejak Senin (8/1) waktu setempat.

Mobilitas tentara itu dilakukan saat perburuan besar-besaran sedang dilakukan terhadap gembong narkoba dan gangster bernama Fito itu. Noboa menambahkan bahwa akan ada pemberlakuan jam malam mulai pukul 23.00 waktu setempat hingga pukul 05.00 waktu setempat setiap hari selama keadaan darurat berlangsung.

"Kita tidak akan bernegosiasi dengan teroris atau beristirahat sampai kita memulihkan perdamaian kepada seluruh warga Ekuador," tegas Noboa lewat Instagram.

  • 3. Fito pemimpin kartel narkoba
Biang kerok kerusuhan Ekuador ini adalah Fito yang kabur dari penjara. Sekilas soal Fito, dia adalah pemimpin Los Choneros, kartel narkoba paling terkemuka di negara itu.

Fito telah menjalani hukuman 34 tahun penjara atas tindak kejahatan terorganisir, perdagangan narkoba dan pembunuhan sejak tahun 2011. Ini merupakan kedua kalinya dia kabur dari penjara -- yang terakhir terjadi tahun 2013 lalu sebelum dia ditangkap kembali usai tiga bulan buron.

  • 4. Kartel narkoba bersenjata serang stasiun TV yang sedang siaran

Tiba-tiba saja kartel narkoba bersenjata menggeruduk stasiun televisi TC Television yang sedang siaran. Stasiun televisi itu adalah milik negara.

"Jangan tembak, tolong jangan tembak," teriak seorang wanita ketika suara tembakan terdengar sementara para penyerang, yang membawa senapan dan granat, memaksa kru penyiaran TC yang ketakutan hingga terjatuh.

Polisi kemudian menuju ke lokasi kejadian. Polisi langsung menangani kejadian itu.
Siaran langsung terus berlanjut tanpa gangguan meskipun lampu di lokasi syuting padam. Sekitar 30 menit setelah orang-orang bersenjata muncul, polisi terlihat masuk.

"Polisi, polisi," seru seorang pria berseragam.

"Kami mempunyai rekan yang terluka," kata seorang pria.

"Tolong, mereka datang untuk membunuh kami. Tuhan jangan biarkan ini terjadi. Para penjahat sedang on-air," kata salah satu jurnalis kepada AFP melalui pesan WhatsApp.

  • 5. Korban tewas 10 orang
Sedikitnya 10 orang, termasuk dua personel penegak hukum, tewas dalam rentetan tindak kekerasan mengerikan ini. Dari 10 orang, 8 orang di antaranya tewas dalam rentetan serangan di kota Guayaquil. Sebanyak 3 orang lainnya luka-luka di kota itu.

Dalam pernyataan terpisah via media sosial X, kepolisian setempat menyebut dua personel penegak hukum telah "dibunuh dengan kejam oleh sejumlah penjahat bersenjata" di kota Nobol, yang terletak tak jauh dari Guayaquil.

  • 6. Ancam eksekusi orang di jalanan, polisi diculik
Geng Los Choneros mengancam orang-orang setempat. Mereka mengaku tidak segan membunuh orang di jalanan.

Otoritas Ekuador melaporkan sejumlah ledakan dan beberapa mobil dibakar pada Selasa (9/1) waktu setempat di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Quito. Sedikitnya tujuh personel kepolisian setempat dilaporkan telah diculik.

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan tiga polisi yang diculik sedang duduk di tanah dengan pistol diarahkan ke mereka. Salah satu polisi itu kemudian dipaksa membaca pernyataan yang ditujukan untuk Presiden Noboa.

"Anda menyatakan perang, Anda akan mendapatkan perang," ucap polisi yang tampak ketakutan itu saat membacakan pesan geng kriminal yang menculiknya.
"Anda mengumumkan keadaan darurat. Kami menetapkan polisi, warga sipil dan tentara sebagai rampasan perang," demikian pernyataan geng kriminal tersebut.
Pernyataan itu menambahkan bahwa siapa pun yang ditemui di jalanan Ekuador setelah pukul 23.00 waktu setempat "akan dieksekusi".

Belum ada Komentar untuk "VIDEO: Kerusuhan Ekuador, Negara vs Kartel"

Posting Komentar